Selasa, 09 Juni 2015

Romantic Dinner Anniversary at De' Pans Malang



Setahun terakhir banyak bertebaran restoran dan café  baru di Kota Malang. Salah satunya yang saya tahu café De’Pans. Berawal dari acara gathering sebuah grup kuliner di Malang, yang kebetulan di adakan di sini. Saya jadi tertarik untuk datang ke café tersebut dengan suasana yang berbeda tentunya. Kalau pas acara gathering kemarin, saya lebih banyak menyimak materi, lain halnya dengan datang khusus menikmati kuliner yang ditawarkan café tersebut.
Rencana itu baru bisa saya wujudkan sewaktu ulang tahun pernikahan saya dan suami yang ke-3. Tentu saja menjadi moment yang special . Saya putuskan datang di waktu malam hari, selain sudah pernah menikmati lokasi café di waktu siang. Suami kerja dari pagi pukul delapan sampai jam empat sore.
Selepas Magrib saya, suami dan anak lelaki semata wayang berboncengan dengan sepeda motor buntut milik suami. Jarak ke lokasi café dengan rumah tidaklah jauh, hanya saja jalan yang saya lalu harus memutar mengikuti jalur yang sudah di tentukan bila ingin mudah menjangkaunya.
Sampai di lokasi café , suasana agak sepi. Entah mengapa pengunjung café ini gak serame awal pembukaan.  Suami memarkir sepeda motor di tempat yang sudah disediakan. Saya dan Aiman masuk terlebih dahulu untuk mencari tempat duduk. Seorang pelayan café menyambut kami dengan ramah. Setelah melalui beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk memilih tempat duduk di dalam. Karena di café ini juga disediakan meja yang letaknya di luar membaur dengan taman.  Sebenarnya lokasi yang di luar cukup menarik, karena sambil menikmati kuliner, bisa pula menikmati suasana malam dan beragam kendaraan yang melintas di depan café ini. Pertimbangan lain saya memilih di dalam, karena Aiman sangat aktif akan sangat mengkhawatirkan kalau sampai berlarian hingga keluar dari taman café. Lain halnya kalau di dalam ruangan. Setelah mendapatkan meja yang saya pilih, pelayan memberikan buku menu. Di cafe ini menu yang dominan adalah varian pancake. Selain itu ada menu lainnya yang bisa dinikmati.
Usai memilah-milah, saya memutuskan untuk memesan menu Spagetti Bolognese tabor jamur dan tuna, nasi goreng briyani, sup pancake blueberry dengan ice cream vanilla serta sup krim ayam. Minumannya lemon tea dan milk tea.
Selagi menunggu pesanan datang, saya bernarsis dengan keluarga serta melihat-lihat desain café ini lebih leluasa. 


Bila ditilik dari bentuk bangunan, merupakan rumah besar peninggalan zaman Belanda yang telah dirombak jadi lebih menarik dan modern. 
Gaya interiornya lebih cenderung gaya Amerika karena kentara dengan adanya pernak-pernik ala Amerika dan diperkuat dengan adanya foto gedung pencakar langit di Amerika.

Tak lama setelah menikmati desain interiornya, pesanan saya pun datang. Hanya saja tidak sekaligus melainkan satu-persatu. Dari segi cita rasa, spagettinya enak, bumbu bolognese-nya cocok di lidah saya serta taburan jamur tunanya melengkapi kenikmatan menu ini. 
Untuk sup krim ayamnya pun enak, kuahnya benar-benar creamy. Untuk pancakenya pun enak, kuenya lembut apalagi disiram dengan selai blueberry dan vanilla ice cream.  Minuman lemon tea-nya pun segar, berasa banget lemonnya.

Usai memanjakan perut, saya dan keluarga memutuskan untuk pulang setelah menyelesaikan pembayaran pesanan di kasir. Sayang, pas keluar dari café gerimis turun. Suami terpaksa berlari menuju parkiran untuk mengambil jas hujan. Lain ceritanya kalau ada mobil Toyota Agya, saya tidak perlu khawatir lagi meski pulang agak larut malam maupun hujan turun, mengingat saya punya anak balita yang mesti butuh kenyamanan dan terlindung dari hujan maupun angin malam. 
Desain Toyota Agya yang modern dan elegan sangat cocok untuk keluarga kecil saya. Maka dari itu mobil Toyota Agya menjadi idaman saya untuk menunjang akomodasi wisata kuliner saya sekeluarga.

  

8 komentar:

  1. Happy anniversary, Ihwan & Ivone.. Moga samara selamanya ya... :)
    Sup krim ayamnya bikin ngiler..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih doanya mbak, doa yang sama buat mbak juga. Enak banget, Aim habis beberapa sendok, jelaslah segt gak mungkin habis sendiri ya mbak hahaha

      Hapus
  2. Aiiiiih mupeng sup cream e pisan aku hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wenaak iki dik, aku yg ngabisin hahaha

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iya mas Adi. udah pernah nyoba di sini?

      Hapus
  4. Liat pancake aq jadi inget anak wedokku nih Mb Ivon. Dulu di cafe khusus pancake dia ngeyel pesen satu pancake yg buesaaaarrr bgt pancakenya. Aq dah bilang mendingan beli yg kecil2 aja, ntar klo ga habis gimana. Ya karena dia ngeyel pengin yg itu, saat pancake baru dimakan blm ada separuh, dia udah kekenyangan. Ayahnya tetap mengharuskan dia menghabiskan seluruh pancake itu hehehee... mual mules deh dia akhirnya. Kasian banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, pancake ini enak dimakan kalau pas lagi lapar mbak. Soalnya ngenyangin banget. Makanya ini pesan satu buat bertiga aja masih sisa :D, aim doyan es creamnya hehehe

      Hapus